Dahulu orang-orang beranggapan bahwa gerhana bulan dan gerhana matahari terjadi karena adanya raksasa yang melahap bulan dan matahari. Ketika raksasa itu menelan matahari, ternyata perutnya tidak mampu menerima panas dari matahari yang begitu panas. Raksasa tersebut pun memuntahkan kembali matahari. Lalu, suatu malam sang raksasa melihat benda bulat yang indah di langit yang tak lain adalah bulan. Raksasa tersebut kemudian menelan bulan, namun raksasa tersebut tetap merasa kepanasan karena cahaya bulan memantul ke dalam mulutnya. Akhirnya raksasa tersebut pun memuntahkan bulan kembali. Bulan pun lalu lari dari hadapan raksasa dan kembali bersinar terang.
Raksasa yang dendam karena gagal memakan keduanya pun terus mencari-cari bulan dan matahari. Oleh karena itu gerhana terjadi berulang-ulang. Gerhana tersebut terjadi setiap jika sang raksasa bertemu matahari atau bulan, karena dia akan menelannya. Jika raksasa jahat itu tidak bertemu matahari atau bulan, gerhana tidak akan terjadi.
Di beberapa daerah, ada berbagai kepercayaan seputar Gerhana, antara lain :
- untuk menakut-nakuti sang raksasa banyak orang orang yang memukul lesung hal itu bertujuan agar sang raksasa memuntahkan kembali bulan dan matahari.
- Ibu hamil diwajibkan untuk sembunyi di kolong tempat tidur, konon hal itu dilakukan agar janin yang dikandungnya tidak dimakan sang raksasa.
- Para wanita hamil pun dilarang menggunting atau menjahit selama gerhana, kalau tak ingin bayinya lahir dengan cacat tubuh.
- Jika sedang terjadi gerhana, bagi yang ingin cepat tinggi mesti lompat-lompat dan bergantungan di pintu supaya bisa cepat tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar